CIREBON, Aspirasi Nusantara, - Dalam upaya konkret memberantas peredaran Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (HALINAR), dalam Lapas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Cirebon melakukan gebrakan besar. Lapas resmi mensterilkan seluruh area blok hunian dari peredaran uang tunai fisik (Zero Cash) melalui peluncuran inovasi PAS-KODE (Pembayaran Aman Sistem Kupon dan Barcode).
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Narkotika Cirebon sekaligus Project Leader inovasi ini, Lukman Viky, menjelaskan bahwa keberadaan uang tunai fisik di dalam lapas kerap menjadi urat nadi yang memfasilitasi terjadinya pelanggaran keamanan.
"Kondisi lapas yang sangat overcrowded membuat pengawasan manual menjadi terbatas. Uang fisik sering kali disalahgunakan untuk praktik pemalakan antar warga binaan atau membiayai penyelundupan barang terlarang. Melalui PAS-KODE, kami merombak total sistem tersebut. Uang Rupiah fisik tidak lagi memiliki nilai tukar di dalam blok," tegas Lukman.
Sistem PAS-KODE didesain sebagai ekosistem transaksi tertutup yang sangat aman (closed-loop payment). Kupon yang digunakan sebagai alat tukar sah di kantin blok tidak hanya dilengkapi dengan barcode unik yang terintegrasi dengan database pusat, tetapi juga dibubuhi Invisible UV Ink (Tinta Ultra-Violet).
Saat bertransaksi, petugas kantin akan melakukan Double Authentication dengan memindai barcode, menyorot kupon menggunakan senter UV, dan melakukan interogasi singkat untuk mencocokkan identitas warga binaan dengan database registrasi. Mekanisme berlapis ini diklaim membuat kupon mustahil dipalsukan atau digunakan oleh pihak yang tidak berhak.
Bagi keluarga warga binaan, inovasi ini memberikan rasa aman yang tinggi. Penyetoran dana kini dipusatkan di loket layanan Bebas Peredaran Uang (BPU) yang dijamin transparan dan akuntabel. Batas saldo dan belanja harian pun dibatasi secara otomatis.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny, memberikan dukungan penuh atas diimplementasikannya aksi perubahan ini.
"Inovasi PAS-KODE adalah bentuk manifestasi dari reformasi birokrasi dan komitmen Zero HALINAR. Sistem ini tidak hanya melindungi warga binaan dari praktik utang-piutang ilegal, tetapi juga menutup celah pungli bagi oknum petugas. Ini adalah langkah maju kami untuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)," ungkap Kalapas.
Dengan berjalannya inovasi PAS-KODE, Lapas Narkotika Cirebon berharap dapat mengelola tata tertib keuangan Warga Binaan secara modern, aman, dan berintegritas.(Srie)


Posting Komentar